Alur cerita Film Countdown
Film ini menceritakan sebuah aplikasi yang mampu untuk mengetahui kapan seseorang akan meninggal, setelah para pengguna mendownload dan menerima syarat dan ketentuan dari aplikasi ini, maka secara otomatis aplikasi tersebut memberikan batasan umur bagi para penggunanya. Di film ini terdapat beberapa Matt yang dengan sengaja mendownload aplikasi Cown Down ini tanpa membaca syarat dan ketentuan nya terlebih dahulu al hasil banyak dari mereka yang mendapatkan umur sebentar harus tewas karena aplikasi tersebut, mampukan mereka yang masih memiliki waktu untuk bisa menghindar dari kondrat waktu yang telah di tentukan oleh aplikasi Cowndown ini? Okelah langsung aja kita mulai alur ceritanya.
DI awal film di perlihatkan sebuah rumah yang sedang mengadakan Pesta di dalam nya, terdapat beberapa permuda yang sedang membicarakan tentang aplikasi diet, namun tidak berapa lama salah seorang teman nya memberitahukan bahwa ada sebuah aplikasi yang bisa mengetahui batas umur seseorang. Karena merasa tertantang untuk mencoba aplikasi tersebut, akhirnya mereka semua mendownload aplikasi Cowndown tersebut, dan mencoba aplikas itu dengan mengatakan jika mendapatkan umur yang paling rendah maka ia akan kalah, dan yang kalah di paksa untuk menghabiskan semua minuman yang ada di meja.
Liz awalnya merasa ragu untuk mencoba aplikasi tersebut, namun teman nya meyakinkan ia bahwa itu hanya sebuah aplikasi dan tidak akan ada apa – apa. Akhirnya Cord pun mendownload aplikasi tersebut dan tanpa membaca ketentuan dan persyaratan yang ada mereka pun langsung memainkan aplikasi tersebut, dan di dapatilah masing – masing umur mereka, dan Cord mendapatkan umur yang paling sebentar di antara yang lain yaitu hanya 3 jam, sehingga ia kalah dan harus menghabiskan seluruh minuman yang ada di meja, tak lama evan pacara court pun datang, dan membantu Cord untuk menghabiskan semua minuman di menja.
Setelah itu Cord dan Evan pun pulang, dalam mobil Cord yang melihat evan mabuk merasa takut jika di jalan terjadi apa – apa, sehingga ia memutuskan untuk turun saja, meski di larang oleh evan Cord pun tetap turun dan memilih berjalan kaki untuk pulang kerumahnya, Evan pun dengan kesal akhirnya pergi meninggalkan Cord yang sedang berjalan kaki sendirian.
Selama di perjalanan, Cord seperti merasa di ikuti oleh sesuatu, setelah sampai di rumahnya, ia melihat waktu nya sudah tersisa kurang dari 2 menit, dengan panik ia mencoba untuk mematikan hp nya tersebut, berharap aplikasi tersebut bisa berhenti. Saat masuk ke dalam kamar mandi, ia merasa seperti di ikuti oleh sesuai, dan tiba – tiba ketika ia melihat HP nya, ternyata Aplikas Cowndown tersebut tengah berjalan dan menunjukan waktu kurang dari 10 detik sisa waktu yang dimilikinya, dan tiba – tiba ia di tarik oleh sesuatu ke atas dan kemudian di jatuhkan, sehingga menyebabkan ia tewas, dan terlihat waktu pada aplikasi cowndown menunjukan angka kurang dari 1 detik.
Di tempat lain, mobil yang di kemudikan oleh evan pun mengalami kecelakaan, sehingga membuat ia sekarat. Dan film Cowndown pun di mulai.
Di perlihatkan seorang perawat cantik bernama Quint, lalu ia bertemu dengan salah seorang pasian nya yang bernama Evan, iya evan ini adalah Pacar dari Cord yang di awal tadi yang mengalami kecelakaan, di sini evan memberitahukan kepada Quin bahwa ia takut melakukan operasi dan mengatakan sebuah aplikasi yang bisa mengetahui waktu umur seseorang, ia juga mengatakan bahwa pacar nya pun telah tewas karena memainkan aplikasi tersebut, namun quin berusaha menenangkan evan dan mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah aplikasi dan tidak ada kaitanya dengan kematian pacaranya, perkataan ini sama seperti dengan perkataan teman – teman cord kepada cord saat di awal tadi.
Setelah bertemu dengan Evan, Quin pun kembali ke ruangan dan di sana ia di beri kejutan, karena ia sudah resmi bergabung dengan rumah sakit tersebut sebagai perawat.
Di tengah perbincangan tersebut, teman Quin mengatakan bahwa ada aplikasi Cowndown yang bisa mengetahui umur seseorang, dan karena penasaran, mereka semua pun mendownload aplikasi tersebut dan mendapatkan umur yang panjang, gondrong mendapatkan umur 87 tahun dan dokter Silvan mendapatkan umur 58 tahun. Tak lama ketika mereka sedang asyik berbicara tiba – tiba datang lah seorang pasien yang memerlukan perawatan.
Di lift, quin yang penasaran dengan aplikasi tersebut mencoba untuk mondownload aplikasi Cowndown tersebut lagi – lagi tanpa membaca syarat dan ketentuan yang di tampilan di situ. Alhasil Quin mendapatkan sisa umurnya hanya tersisa 2 hari 23 jam, ia pun kaget, tiba – tiba masuk lah dokter Silvan, ia mengajak quin untuk melanjutkan perayaan atas di terimanya ia menjadi pegawai di rumah sakit tersebut, namun quin menolak nya dengan mengatakn bahwa ia harus menyelesaikan berkas – berkas nya. Dan Dokter itupun pergi. Setelah sampai di rumah, ayah nya mengajak quin dan adiknya untuk berziarah ke makam ibunya 3 hari lagi.
Esokanya, Evan yang akan melakukan operasi, merasa takut ketika ia melihat HP nya pada aplikasi Cowndown terlihat waktunya hanya tersisa kurang dari 3 menit, merasa operasi itu yang akan membuatnya meninggal, ia pun mencoba melawan takdirnya tesebut dengan pergi ke tangga darurat agar tidak ikut operasi, namun di perjalanan ia seperti di ikuti oleh sesosok bayangan hitam sampai ia masuk ke jalur tangga darurat. Terlihat wakutnya hanya terisa kurang dari dua menit, lalu tiba – tiba lampu di situ mati, ia mencoba keluar dari tempat tersebut namun saya pintu itu terkunci, lalu ketika ia sedang mengecek area sekitar, tiba – tiba munculah Court pacarnya yang sudah meninggal, yang langsung saja menyerangnya hingga Tewas.
Quin yang baru tiba di rumah sakit medapatkan kabar, pasien nya yang bernama evan, telah tewas, Quin pun kaget dan segera mengecek mayat Evan, di sana ia mencari HP dari evan, namun ketika ia ingin membukanya, sayang hp itu terkunci dengan pemindai mata, sehingga ia menuju kamar mayat dan mencari mayat evan untuk membuka kunci pada HP nya, dan setelah ia berhasil membuka kunci HP milik evan tersebut, terlihat Aplikasi Cowndown telah menunjukan waktu yang telah selesai.
Quin pun merasa semakin takut dan kepikiran tentang hal itu, karena ia melihat waktunya di Aplikasi Cowndown tersisa 2 hari lagi. Ia pun ingat bahwa 2 hari lagi ia ada janji untuk ziarah ke makam ibunya, karena merasa mungkin pada saat ia berziarah ke makam ibunya itulah ia akan meninggal sehingga ia menelphone ayahnya dan mengatakan bahwa ia tidak jadi ikut ziarah ke makam ibunya, dengan alasan sibuk bekerja, ayahnya pun memaklumi dan mengiyakanya.
Karena saking merasa takutnya, membuat Quin tidak fokus dalam bekerja, sehingga Dokter Silvan mencoba menenangkan Quin dan menanyakan apa yang terjadi seraya memeluk quin, namun ternyata sang dokter tersebut hendak memperkosa quin, langsug saja quin berontak dan segera keluar dari ruangan tersebut.
Di luar ia melihat Ami, ia memanggilnya dan berniat menceritakan apa yang barusan terjadi, namun Ami keburu di panggil oleh dr silva yang menyuruhnya untuk membantu dirinya, sehingga quin tidak jadi menceritakan kejadian itu. Di rumah Quin mencoba untuk menghapus aplikasi cowndown tersebut, namun tidak bisa, ia pun mencoba mencari iformasi tentang aplikasi tersebut di internet, dan terlihat banyak sekali video para korban pengguna aplikasi tersebut sebelum tewas selalu di teror oleh sesosok bayangan hitam.
Esok nya, Quin kedatangan adiknya yang sedang melihat HP nya yang di situ terdapat aplikasi Cowndown, langsung saja Quin mengambil hp tersebut, adik Quin bertanya apakah itu yang menyebabkan Kakak nya akhir -akhir ini bertingkah sangat aneh, namun Quin menyangkalnya dan mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah aplikasi.
Lalu Quin datang ke sebuah Conter HP, di sana ia berniat untuk menukarkan HP nya dan membeli HP baru, saat di cek Hp barunya tersebut tidak ada aplikasi Cowndown, sehingga quin sedikit merasa tenang, namun ketika hendak keluar tiba – tiba Aplikasi Cowndown itu sudah secara otomatis terinstall di hp barunya, langsung saja ia kembali bertanya kepada sang penjual, penjual itu mencoba menghapus aplikasi itu namun tidak bisa, Quin yang kesal pun segera pergi dari conter tersebut. Di belakang, seorang Matt bernama matt bertanya kepada om penjaga conter hp tersebut tentang aplikasi apa yang di maksud oleh wanita barusan.
Kembali ke quin, di dalam mobil, quin di ganggu oleh sesosok makluk yang menyebabkan dirinya menabrak mobil yang ada di belakangnya, tak lama pemilik mobil yang di tabrak nya itupun keluar dan memarahi Quin, di tengah itu Matt keluar dari dalam toko HP tersebut dan membela Quin. Matt pun mengatakan kepada quin bahwa iya juga memiliki aplikias yang sama, di saat itulah mereka berkenalan.
Mereka pun berusaha bagaimana agar aplikasi tersebut berhenti, lalu akhirnya mereka pun memutuskan untuk pergi ke seorang pastor dan menanyakan aplikasi Cowndown ini kepadanya, sang pastor itu pun menyarankan agar ia pergi ke seorang pastor lain yang lebih tahu tentang hal tersebut.
Quin kemudian pergi kerumah sakit untuk ijin tidak masuk kerja, tidak lama ia di banggil oleh Ami yang mengatakan bahwa ia di minta untuk datang ke ruangan rapat segera, ternyata di sana Quin discros dari pekerjaanya karena ia akhir – akhir ini berkeja sangat tidak Professional, yang ternyata hal itu di sebabkan oleh hasutan dokter silvan, menghasut atasan-Nya untuk menjatuhkan hukuman Skors kepada Quin, Quin dengan kesal pergi dari ruangan tersebut.
Mereka pergi ke tempat pastor yang di rekomendasikan oleh Pastor yang pertama tadi, di sana pastor itu mengatakan bahwa aplikasi yang telah di download dan di mainkan oleh mereka adalah aplikasi yang telah di kutuk oleh iblis sehingga akan selalu mengambil nyawa dari para penggunanya yang sudah habis waktu nya. Pastor itupun menyarankan mereka untuk meretas Aplikasi tersebut dan mengambil kode pemrograman yang terdapat di aplikasi tersebut, sehingga sang pastor bisa mengetahui apa kelemahan dari aplikasi itu.
Singkat cerita, Quin dan Matt itu pun mendatangi om penjual hp tadi siang, dan meminta nya untuk meretas dan mengambil kode pemrograman yang ada di aplikasi tersebut, akhirnya mereka tidak hanya mendpatkan kode tersebut namun juga bisa menambahkan waktu yang tersisa, Quin dan matt pun berhasil menambahkan sisa umur mereka, di sana ia juga melihat nama adik Quin yaitu Jordan, Sehingga Quin meminta Om penjual HP tersebut untuk menambahkan waktu di aplikasi adiknya itu.
Mendapatkan waktu yang panjang, Mereka pun begitu senang, dan segera pergi mecari penginapan untuk beristirahat, namun di saat Quin sedang tertidur ia masih di ganggu oleh sesosok iblis, ketika ia mengecek HP nya dan ternyata waktu yang telah di tambahkan tadi kembali turun seperti semula, Adik quin pun juga melihat waktu nya sudah kembali seperti semula, Jordan pun lalu mendapatkan teror dari makluk aneh tersebut.
Quin dan Matt, mendatangi Jordan adiknya yang sedang ketakutan, mereka semua pun segera pergi menemui sang Pastor untuk memberikan kode aplikasi yang telah di dapatkannya. Setelah membaca kode tersebut pasor itu mengatakan bahwa untuk mematahkan kutukan dari sang Iblis tersebut ia harus bisa menggagalkan waktunya, artinya mereka harus bisa mati atau bertahan lebih lama dari batasan waktu yang di tentukan. Pator itupun membuat semacam lingkaran yang telah di berikan simbol – simbol yang itu akan mampu menahan serangan dari sang iblis yang hendak mencabut nyawa mereka. Dengan begitu mereka akan bertahan lebih lama dari waktu yang di tentukan sehingga kutukan dari Aplikasi tersebut bisa di patahkan.
Mereka semua pun masuk ke dalam lingkaran tersebut, iblis itu pun mencoba menyerang mereka namun berkali – kali gagal, karena di halangi oleh lingkaran gaib yang di buat oleh sang pastor. Tak kalah akal sang iblis itupun menyamar menjadi adik dari matt yang sudah meninggal, sehingga matt pun keluar dari lingkaran tersebut dan langsung di serang oleh iblis itu. Quin yang melihat itu pun keluar dari lingkaran untuk mengejar Matt, namun saat mett merasa sudah berhasil terhindari dari iblis itu, tiba – tiba sebuah mobil menabraknya, dan mett pun tewas dan terlihat waktu yang sudah habis di aplikasi cowndown milik matt itu.
Kemudian, jordan adik Quin melihat perutnya terluka sehingga ia segera di bawa kerumah sakit, di rumah sakit, jordan di tangani oleh Dokter Silvan, tak lama seorang perawat memanggil Quin ia bernama Rachel, Rachel mengatakan bahwa ia mengetahui tentang apa yang di perbuat Dokter Silvan ke pada Quin, Rachel mengatakan bahwa ia pun sudah pernah di perkosa oleh Dokter Silvan tersebut. (Dasar Dokter Cabul)
Tiba – tiba Quin kepikiran sesuatu,ia akan mematahkan kutukan dari aplikasi Cowndown itu dengan membunuh Dokter Silvan itu lebih awal dari batasan waktu yang di tentukan oleh aplikasi tersebut, dengan begitu kutukan tersebut akan hilang dan ia dan adiknya akan bisa hidup dengan normal lagi.
Quin pun mulai menemui Dokter cabul itu dan mulai merayunya, kemudian Quin mengajak Dokter tersebut untuk menemuinya di tempat ruangan bekas kamar pasien. Sesampainya di sana, Quin langsung menyerang Dokter tersebut, hingga ketika ia ingin menyuntikan obat agar dokter tersebut mati, tiba – tiba seperti ada yang melindungi dokter tersebut.
Di tempat lain, jordan yang mencari Quin ia mendapati waktu dirinya tersisa kurang dari 2 menit, ia berusaha bersembunyi namun selalui di ikuti oleh sesosok Mahluk aneh. Quin yang sedang berusaha membunuh dokter Silvan tersebut sadar bahwa waktu yang tersisa untuk adiknya tidak lama lagi, segera ia mengambil obat – obatan.
Di tempat lain, jordan mulai di ganggu oleh makhluk yang mengincarnya tersebut, hingga ketika iblis itu sudah siap membunuhnya, Quin datang dengan mengancam iblis itu dengan suntuikan yang ada di lengannya, Quin mengatakan “menjauh darinya, jika tidak aku akan bunuh diri dengan menyuntikan obat over dosis” sehingga Quin akan mati sebelum waktunya dan kutukan tersebut akan segera hilang. Namun iblis itu berubah menjadi almarhumah ibu Quin dan merayu Quin agar tidak melakukan tindakan tersebut. Pada saat waktunya sudah hampir habis, akhirnya Quin pun menyuntikan Obat tersebut yang memnyebabkan dirinya tewas.
Iblis yang melihat itu pun merasa marah karena sekarang kutukan nya sudah terpatahkan, dan seketika iblis itupun pergi. Jordan yang melihat kakaknya sudah tewas, segera ia menghampirinya, ia sangat sedih, namun seketika ia melihat tulisan di lengan Kakaknya tersebut, seperti kode untuk Jordan supaya menyuntuikan obat lain yang ada di sakunya kakaknya itu, jordan pun langsung menyuntutikan obat itu dan tak berapa lama Quin pun sadar, ternyata obat itu adalah obat Anti Overdosis yang sudah ia siapkan sebelumnya.
Kemudian mereka pun bisa pergi berziarah kemakan Ibunya sesuai dengan janji mereka, pada saat hendak pulang, Quin mendapatkan informasi di hp nya yang memperlihatkan bahwa Aplikasi Cowndown sudah update versinya ke 2.0 dan film pun selesai.
Oke geng itulah alur cerita Film kali ini, jika ada yang belum paham saya jelasin sedikit. Film ini menceritakan seorang kakak beradik yang sedang berusaha untuk menghidari kematian yang di sebabkan oleh aplikasi kutukan yang tanpa sengaja mereka mainkan, mereka pun mencari tahu bagai mana caranya mematahkan kutukan dari Aplikasi tersebut, mereka pun mendatangi seorang pastor, pastor itu mengatakan bahwa untuk mematahkan kutukan dari aplikasi tersebut, mereka harus bisa mati lebih awal atau hidup lebih lama dari yang sudah di tetapkan oleh aplikasi tersebut, setelah mereka gagal mematahkan kututukan tersebut dengan hidup lebih lama, akhirnya quin memutuskan untuk mati lebih cepat, dan mereka pun berhasil, quin yang mati pun bisa di hidupkan kembali karena yang ia suntikan hanyalah obat overdosis yang memiliki jangka waktu maksimal 2 jam, jika obat anti over dosis tidak di suntikan kepada nya selama 2 jam tersebut, baru lah ia benar – benar mati, untung nya quin sudah menyiapkan obat anti overdosis tersebut dan memberi kode ke adiknya melalui tulisan di lengan nya agar obat itu di suntikan kepadanya ketika ia sudah mati, dan quin pun berhasil hidup kembali, mereka pun berhasil mematahkan kutukan tersebut dan hidup dengan normal.

Komentar
Posting Komentar